Keterbatasan yang jelas mengahambur cepat didalam kawah ini semakin menenggelamkan kekeluan jati yang tiada habisnya di kikis masa.. keterpurukan yang semakin menjadi dan terus membenamkan risalah yang tak kunjung usai. Apakah terjangkau oleh titik peka? Mimpi ini masih terbentang luas, aku masih bersemayam dalam malam tanpa titik kepastian, mematung dan sudut pandangan sayu, meredup cahaya retina ku karena kegelapan cerita yang selalu bertebaran dalam benak dengan segudang tanya dihati. Masihkah keraguan akan menyelimuti setiap sudut perasaan? Senandung kata yang terjulur lewat lidah terburai, begitu mudah memuntahkan segala getaran nada yang bertahta bak sang raja, berani membunuh dengan sebilah lidah tajam menusuk hingga mati. Aku bukan pesaktian dalam istana, menyibak luka ini semakin menjerumuskan dalam kegelapan. Kebodohan adalah kunci kepiawaian orang seperti mu. Kepalsuan yang transparan membuat aku tak ayal lagi buta akan rayuan pahit. Kegersangan yang ...