Langsung ke konten utama

Postingan

Tiada Perlu Bertanya

sembilu dihati bukan suatu apa jikalau kau tahu bingunglah mengapa maka meringkuk batin kecut tawa mu pedih segala singgah dalam hati mengapa bertanya jika tiada tersirat?
Postingan terbaru

Jati

Keterbatasan yang   jelas mengahambur cepat didalam   kawah ini semakin menenggelamkan kekeluan jati yang tiada habisnya di kikis masa.. keterpurukan yang semakin menjadi dan terus membenamkan risalah yang tak kunjung usai. Apakah terjangkau oleh titik peka? Mimpi ini masih terbentang luas, aku masih bersemayam dalam malam tanpa titik kepastian, mematung dan sudut pandangan sayu, meredup cahaya retina ku karena kegelapan cerita yang selalu bertebaran dalam benak dengan segudang tanya dihati. Masihkah keraguan akan menyelimuti setiap sudut perasaan? Senandung kata yang terjulur lewat lidah terburai, begitu mudah memuntahkan segala getaran nada yang bertahta bak sang raja, berani membunuh dengan sebilah lidah tajam menusuk hingga mati. Aku bukan pesaktian dalam istana, menyibak luka ini semakin menjerumuskan dalam kegelapan. Kebodohan adalah kunci kepiawaian orang seperti mu. Kepalsuan yang transparan membuat aku tak ayal lagi buta akan rayuan pahit. Kegersangan yang ...

sepeninggal bunda

daduh  gaduh suara ricuh panik pancar dari segala mata jauh-jauh sayup suara tinggi rendah gelegar dayu tangis sesekali mengucap berlinang linang habis lah sudah mengapa? daku tanya bukan siapa itu harap cemas bukan bunda ku mati kaku kaki ku jatuh derai isak gema panjang nyata sudah rupa siapa benar sudah jasad hanya hilang napas, hilang suara aduh hatiku hatiku berduka raya lenyap dia yang dilihatnya

berkisah

Merapat bunyian menusuk hati, Ungkap lidah lidah tiada secercah pikir Kusam senggurat wajah menggusur lengkungan bibir Menyelam pedih menghuni sudah Membuncah duka sebenar apa pun tiada peduli Gores! Habis memborok disana Ya, benar ini luka. Meringkuk perasaan tiada ingin muka muka keji tersebut Lain kisah pula Mendekat peraduan menopang ragu Dengan penggawa tiada luput cindai Singgah inayat lepas belenggu Resah terebah sudah dengan yang damping Tegah pedih dihunian nya