Langsung ke konten utama

sepeninggal bunda

daduh  gaduh suara ricuh
panik pancar dari segala mata
jauh-jauh sayup suara
tinggi rendah gelegar dayu tangis
sesekali mengucap
berlinang linang habis lah sudah
mengapa? daku tanya
bukan siapa itu
harap cemas bukan bunda ku
mati kaku kaki ku jatuh
derai isak gema panjang
nyata sudah rupa siapa
benar sudah jasad hanya
hilang napas, hilang suara
aduh hatiku
hatiku berduka raya
lenyap dia yang dilihatnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tiada Perlu Bertanya

sembilu dihati bukan suatu apa jikalau kau tahu bingunglah mengapa maka meringkuk batin kecut tawa mu pedih segala singgah dalam hati mengapa bertanya jika tiada tersirat?

berkisah

Merapat bunyian menusuk hati, Ungkap lidah lidah tiada secercah pikir Kusam senggurat wajah menggusur lengkungan bibir Menyelam pedih menghuni sudah Membuncah duka sebenar apa pun tiada peduli Gores! Habis memborok disana Ya, benar ini luka. Meringkuk perasaan tiada ingin muka muka keji tersebut Lain kisah pula Mendekat peraduan menopang ragu Dengan penggawa tiada luput cindai Singgah inayat lepas belenggu Resah terebah sudah dengan yang damping Tegah pedih dihunian nya